Artikel Yang Sama:
Malam, Tuan
Putri. Mungkin kamu di sana sedang tertidur dengan parasmu yang manis sehingga
membuat aku selalu rindu. Aku di sini sendiri di antara 6 sisi ruang
tidurku,pastinya aku sedang merindu. Aku juga sedang flashback dimana masa indah saat kita berdua. Pastinya indah
untukmu juga. Namun, ada perasaan yang tiba-tiba saja mengoyakkan gelembung
khayalku,ya, perasaan saat aku melihat ada akun rahasia milikmu di smartphonemu.
Ya,
perasaan cemburuku. Kamu mengicaukan seruan yang membuat hatiku tidak menentu
saat itu. Perasaan dimana kehadiran aku selama ini tidak pernah membuat kamu
untuk berpaling dari masa lalumu. Menurutmu, itu hanya perasaanku saja, tapi
begitulah perasaanku. Kicauan dari akun rahasiamu tentang pribadimu yang tidak
pernah kamu ceritakan denganku, kau curahkan semuanya di sana.
Ada
beberapa kicauan yang menjurus tentang masa lalumu. Ya, kamu masih ada rasa
cemburu padanya saat sang masa lalu-mu
jalan dengan wanita lain. Setelah aku termenung saat itu, aku berkata kepada
Tuhan “Tuhan, adilkah ini? Aku mencintainya sepenuh hati. Bahkan masa laluku
telah aku lupakan, sama sekali lupa,tapi,Tuhan kenapa dirinya masih mencintai
masa lalunya? Apa yang belum aku berikan,Tuhan? Apa yang membuat perjalanan
yang lebih dari 1 tahun aku dengannya ini membuat dia masih mencintai masa
lalunya? Apakah aku kurang tulus?”. Hai,Tuan Putri, aku mencintaimu setulus
hati, tanpa paksaan. Jika kamu masih mencintai masa lalumu, pergilah kepadanya
dan tinggalkan aku.
Categories:
Tulisan




0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih