I made this widget at MyFlashFetish.com.

Name:
Email Address:

Get your own free form like this one.

Senin, 21 April 2014

Tahun Tanpa Mimpiku



            Mimpi ya? Hmm.. sepertinya aku sering mimpiin kamu. Banyak mimpi yang aku ingat,lho. Bahkan, kebiasaan kita saat berduapun terjadi di dalam mimpi. Tidak jarang juga apa yang aku mimpiin itu menjadi kenyataan saat kita berdua. Ini menandakan dalam tidurku, aku tetap memikirkanmu dan ber-nostalgia dalam tidurku.

Aku harap kamu juga sering mimpi aku,ya, tapi sepertinya tidak. Memang sih awal dulu kamu sering mimpi indah tentang kita, namun entah kenapa tahun ini seperti tahun dimana aku tidak dalam mimpimu. Aku rindu kamu yang setiap ada mimpi tentang kita, kamu ceritakan segala hal di dalamnya sampai kita tertawa,inget kan? Kamu juga inget tidak saat kita saling berbalas senyum karena kamu memimpikan aku? Iya, aku rindu momen seperti itu. Namun, tahun ini,2014 tepatnya, kamu tidak ada lagi cerita tentang mimpimu tentang kita seperti dahulu. Apa aku tidak lagi ada di pikiranmu atau kamu yang tidak berpikir tentangku? Aku tidak mengharapkan aku ada dalam mimpimu, aku hanya ingin momen saat kamu menceritakan mimpimu dan kita penuh dengan kebahagiaan, itu saja,tidak lebih. 

Pergilah Padanya dan Tinggalkan Aku



Malam, Tuan Putri. Mungkin kamu di sana sedang tertidur dengan parasmu yang manis sehingga membuat aku selalu rindu. Aku di sini sendiri di antara 6 sisi ruang tidurku,pastinya aku sedang merindu. Aku juga sedang flashback dimana masa indah saat kita berdua. Pastinya indah untukmu juga. Namun, ada perasaan yang tiba-tiba saja mengoyakkan gelembung khayalku,ya, perasaan saat aku melihat ada akun rahasia milikmu di smartphonemu.

            Ya, perasaan cemburuku. Kamu mengicaukan seruan yang membuat hatiku tidak menentu saat itu. Perasaan dimana kehadiran aku selama ini tidak pernah membuat kamu untuk berpaling dari masa lalumu. Menurutmu, itu hanya perasaanku saja, tapi begitulah perasaanku. Kicauan dari akun rahasiamu tentang pribadimu yang tidak pernah kamu ceritakan denganku, kau curahkan semuanya di sana.


            Ada beberapa kicauan yang menjurus tentang masa lalumu. Ya, kamu masih ada rasa cemburu padanya saat sang masa lalu-mu jalan dengan wanita lain. Setelah aku termenung saat itu, aku berkata kepada Tuhan “Tuhan, adilkah ini? Aku mencintainya sepenuh hati. Bahkan masa laluku telah aku lupakan, sama sekali lupa,tapi,Tuhan kenapa dirinya masih mencintai masa lalunya? Apa yang belum aku berikan,Tuhan? Apa yang membuat perjalanan yang lebih dari 1 tahun aku dengannya ini membuat dia masih mencintai masa lalunya? Apakah aku kurang tulus?”. Hai,Tuan Putri, aku mencintaimu setulus hati, tanpa paksaan. Jika kamu masih mencintai masa lalumu, pergilah kepadanya dan tinggalkan aku.

Senin, 14 April 2014

Mengapa Kamu Tak Acuhkan Aku Saat Rindu Itu Maksimal?




              
               Rindu memang tidak pernah lepas dari Kita. Perasaan ini selalu saja menghantui Aku. Entah bagaimana denganmu, Tuan Putri? Dalam kesibukanku, Aku mencari celah untukmu dan untuk Kita. TerkadangAaku harus terlelah hanya untuk memikirkan waktu untuk bertatap denganmu. Namun, Kamu terkadang belum juga paham dengan semua ajakan yang Aku hibahkan dengan tulus.


              Kini, aku ingin benar-benar Kita beratatap mata untuk melepas rindu, walaupun Aku tau tindu itu akan datang kembali saat kita tak bertatap kembali. Aku mengajakmu ke tempat dimana Aku benar benar telah mempersiapkannya dari jauh hari, tapi mengapa Kamu memilih pergi dengan temanmu yang tiap hari bisa Kamu temui? Mengapa kau acuhkan undanganku? Ya, paling tidak Kamu memberikan alternative waktu lainnya. Namun, ini tidak.



 
  • Blogroll

  • Consectetuer

  • Popular